Pertanyaan:
Assalaamu’alaikum.
Saat ini kita melihat pembangunan sekolah yang begitu banyak namun kasus kriminal di masyarakat juga semakin menigkat, maka ada hal yang ingin saya tanyakan. Yaitu “apakah wajib menyekolahkan anak di pesantren?” dan “apakah pesantren dapat menjamin keberhasilan anak di masa depan?” kemudian “apa nasihat Ustadz bagi orangtua yang berniat memasukkan anaknya ke pesantren?”.
Jazakalloh Khoir.
Wassalaamu’alaikum.
Assalaamu’alaikum.
Saat ini kita melihat pembangunan sekolah yang begitu banyak namun kasus kriminal di masyarakat juga semakin menigkat, maka ada hal yang ingin saya tanyakan. Yaitu “apakah wajib menyekolahkan anak di pesantren?” dan “apakah pesantren dapat menjamin keberhasilan anak di masa depan?” kemudian “apa nasihat Ustadz bagi orangtua yang berniat memasukkan anaknya ke pesantren?”.
Jazakalloh Khoir.
Wassalaamu’alaikum.
Jawaban:
Secara hukum asal, tugas pendidikan anak menjadi beban dan
kewajiban orang tua terutama bagi seorang ayah baik yang terkait dengan pembinaan
rohani, pertumbuhan jasmani, kecerdasan intelektual dan spritual, dan
perkembangan emosional, karena dialah yang paling bertanggung jawab terhadap
kesalamatan keluarganya baik di dunia maupun di akhirat sebagaimana firman
Allah subhanahu wata’ala (yang artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS At-Tahrim [66]: 6).
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS At-Tahrim [66]: 6).
Setiap muslim pasti akan dimintai pertanggung-jawaban atas
apa yang dipimpinnya. Ia akan mendapatkan limpahan karunia dan pahala atas
segala kebaikan pendidikan yang ia berikan. Sebaliknya, bila ia menyia-nyiakan
amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, maka ia akan mendapat
sanksi atas segala keteledoran yang terjadi di tengah keluarganya. Nabi
shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggung jawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya.”(1)
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggung jawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya.”(1)
Akan tetapi tidak setiap orang tua punya kemampuan dalam
mendidik anak sendiri karena berbagai macam keterbatasan, baik dari sisi sumber
daya manusia, keilmuan, kesempatan, manajemen, metode dan sarana-prasana
sehingga kehadiran pondok pesantren atau boarding school yang berbasis pada
kompetensi dan pembentukan karakter anak merupakan solusi yang sangat dinanti
para orang tua.
Kehadiran lembaga pendidikan dengan sistem boarding atau
biasa dikenal dengan pesantren yang memiliki perhatian lebih terhadap sistem
pendidikan yang integral dan kompetitif serta menekankan pada keberhasilan anak
didik dalam seluruh aspek, dimana hal ini belum tentu dapat ditemukan di
sekolah-sekolah pada umumnya atau di rumah meskipun kedua orang tua memiliki
kemauan keras. Hal ini disebabkan karena kemauan yang keras jika tidak didukung
dengan kemampuan yang cukup maka tidak akan membuahkan hasil.
Oleh karena itu, memasukkan buah hati ke lembaga pesantren
merupakan pilihan tepat di tengah kesibukan orang tua yang sangat padat dan di
tengah meluapnya pengaruh negatif, distorsi aqidah dan dekadensi moral yang
sangat dahsyat terutama dampak media elektronik maupun cetak. Sehingga pondok
pesantren atau boarding school yang mengedepankan penanaman akhlak (pembentukan
karakter) anak didik dan menekankan kecerdasan intelektual dan spiritual,
keterampilan dan ketakwaan di atas manhaj salafus shalih merupakan pilihan dan
solusi ampuh untuk menangkal semua pengaruh negatif diatas.
Wallahu a’lam.
Footnote :
(1) Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya (844, 2232, 2368, 4801).
(1) Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya (844, 2232, 2368, 4801).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar